3 (tiga) instansi menyampaikan data mengenai prakiraan potensi banjir di seluruh wilayah Indonesia hingga bulan Mei 2010.
Read the full story
3 (tiga) instansi menyampaikan data mengenai prakiraan potensi banjir di seluruh wilayah Indonesia hingga bulan Mei 2010.
Read the full story
Berapa kecepatan maksimal Anda saat melaju menggunakan kendaraan di area kerja maupun di jalan Raya?
Read the full story
Lorco kembali memproduksi Video Animasi terbaru dengan tema pentingnya “Work Permit”/ Izin Kerja.
ILO (International Labour Organzation) menyebutkan 6 fakta K3 penting yang harus kita perhatikan.
Kontrol Resiko dengan Safety Sign
Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) adalah 3 prinsip yang digunakan dalam tempat kerja untuk memanajemen kesehatan dan keselamatan kerja. OHSAS 18001, stndar Internasional untuk Keselamatan Kerja, mengatur hal ini dalam salah satu klausulnya, yakni pasal 4.3.1
3 prinsip HIRADC ditentukan dengan mengidentifikasi bahaya, menimbang (assessment) resiko dan melakukan perubahan/kontrol atas resiko-resiko bahaya yang teridentifikasi tersebut.
Seringkali, proses-proses pengendalian resiko pada hirarki HIRADC, berujung pada rekomendasi pemasangan tanda-tanda peringatan bahaya, tanda-tanda anjuran, ataupun tanda-tanda larangan yang kita kenal dengan safety sign.
Pemasangan safety sign adalah salah satu langkah dalam aspek Determining Control berupa Administrative control pada terminologi HIRADC. Sebagaimana kita ketahui, Kontrol terhadap resiko harus dilakukan diantaranya melalui hirarki proses Eliminasi, subtitusi, Isolasi,Engineering Control, Administrative control dan PPE.
Ketika Hazard (bahaya) sudah diidentifikasi, resiko sudah dinilai dan langkah-langkah pengendalian resiko menggunakan safety sign sudah dibuat , masalah seringkali timbul ketika petugas yang berwenang bingung membuat safety sign yang benar dan mengacu pada standar yang ada. Beberapa pertanyaan yang muncul adalah :
1. Menentukan gambar (piktogram) apa yang seharusnya ditampilkan
2. Jenis dan ukuran font yang akan digunakan ? karena pemilihan font akan menentukan tingkat keterbacaaan tulisan
3. Bagaimana Format dan layout penulisannya ?
4. Bahan apa yang akan digunakan ?
5. Dimana dan dengan cara apa signage tersebut dipasang ?
6. Dimanakah signage tersebut seharusnya dipasang ?
Pengabaian atas jawaban-jawaban pertanyaan-pertanyaan diatas seringkali menjadi penyebab timbulkan pemborosan dalam pemasangan safety sign. Pemborosan dapat terjadi karena kesalahan memilih bahan (bahan tidak sesuai kondisi linkungan), kurang strategis dalam menempatkan sign, sign susah/ kurang mudah terbaca, gambar tidak standar, dan lain-lain .
Untuk itulah tim Safety Sign Lorco hadir.
Anda dapat mengundang tim kami dan tim kami akan memberikan seluruh rekomendasi pemasangan safety sign berdasarkan aturan-aturan standar nasional/ internasional. Rekomendasi kami menyangkut gambar/piktogram yang dapt digunakan, ukuran sign, font dan pewarnaan gambar, cara-cara pemasangan serta bahan-bahan yang sebaiknya digunakan.
Coba cermati linkungan industri Anda… jika anda menemukan bahwa sign-sign yang dibuat tidak mempunyai pakem yang jelas, bahan-bahan yang digunakan tidak tahan lama, sulit terbaca, atau anda kesulitan merancang/memproduksi ratusan bahkan ribuan sign yang memang seharusnya ada di lingkungan kerja anda.. Jangan ragu-ragu untuk menghubungi tim kami.
GRATIS Sign Assessment setiap minggunya untuk 1 perusahan penelpon pertama.
Segera Hubungi marketing representatif kami !!!. Hubungi sekarang juga di: 022-2015151
500.000 orang korban kebakaran mendapat perawatan medis,
40.000 orang korban kebakaran harus dirawat di rumah sakit, 4.000 orang korban kebakaran tewas.
Read the full story
Sebuah perusahaan minyak di Angola yang memproduksi 250.000 barel minyak per hari, dikejutkan dengan rusaknya Hose/ Jalur Pipa bawah laut mereka
Read the full story
Tim Assessment Safety Sign Lorco, melakukan proses Assessment di Unilever NSD Cikarang minggu kemarin.
Tragedi Titanic telah melahirkan hikmah manis bagi dunia keselamatan kerja
Read the full story